
Rabu, 18 Januari 2012
Kamis, 05 Januari 2012
Potensi wisata di Sulawesi Selatan
Potensi wisata yang ada di SULAWESI SELATAN yang termasuk dalam wisata BUDAYA, AGROWISATA dan BAHARI adalah terbagi diberbagai daerah, wisata budaya pada umumnya ada disetiap daerah diseluruh sulawesi selatan namun wisata budaya yang menjadi andalan untuk provensi sulawesi selatan adalah budaya suku TORAJA yang unik dimana berbeda dengan suku suku yang ada didaerah lain diseluruh INDONESIA dan bahkan seluruh dunia, olehnya itu maka pemerintah provensi sulawesi selatan menjadikan Kabupaten Tana toraja sebagai tujuan utama pariwisata budaya didaerah ini.
Sebagai penunjang daerah wisata di Sulawesi Selatan daerah lainnya ada beberapa daerah yang mengunggulkan wisata BAHARI dan AGROWISATA dan wisata lain yang bisa membuat WISATAWAN menikmati indahnya keseragaman budaya dan pesona alam serta keunikan yang ada didaerah ini.
Untuk wisata BAHARI ada beberapa wilayah kabupaten dan kota yang memiliki pulau-pulau dengan beragam biota laut dan karang yang sangat indah diantaranya pulau-pulau disekitar Kota Makassar, kabupaten Pangkep, Kabupaten Kepulauan Selayar yang memilik ATOL yang sangat luas dan juga kabupaten Bulukumba, kabupaten Bulukumba juga dikenal sebagai pusat pembuatan perahu tradisional orang Makassar yang terkenal dengan nama PERAHU PHINISI.
ARGOWISATA untuk wisalayah Sulawesi Selatan berada dibeberapa kabupaten diantaranya Kabupaten GOWA dengan kebun TEH dan MARKISA yang terletak di kawasan Malino (70 km dari kota Makassar) dan Kabupaten Bantaeng dengan kebun APPLE & STRAWBERRY dikawasan pegunungan Loka (150 km dari kota Makassar).
DTW (Daerah Tujuan Wisata) di Sulawesi Selatan antara lain ;
1. Kabupaten Tana Toraja / Toraja Utara.
2. Kabupaten Wajo
3. Kabupaten Bulukumba
4. Kabupaten Kepulauan Selayar
5. Kotamadya Makassar
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Tana Toraja terletak 320 km keutara dari MAKASSAR Ibukota provensi sulawesi selatan, akses untuk ke kabupaten Tana Toraja bisa dengan lewat darat dengan jarak tempuh waktu 8 – 9 jam dan dengan lewat udara penerbangan dari Makassar ke Bandara Pontiku Toraja sekitar 45 menit.
Suku Toraja adalah salah satu suku di Sulawesi Selatan yang masih memegang teguh adat istiadat /agama leluhur mereka walaupun saat ini sudah mayoritas penduduknya sudah menganut agama Kristen.
Kabupaten ini sudah terbagi dua yakni Kabupaten Toraja dengan ibukotanya Makale dan Kabupaten Toraja Utara dengan ibukotanya Rantepao dengan total penduduk kurang lebih 450 jiwa untuk kedua kabupaten.
Kabupaten Wajo
Kabupaten Wajo dengan ibukota Sengkang terletak 190 km dari kota Makassar, daerah ini dikenal sebagai penghasil Sutra bugis, selain itu kabupaten ini juga mempunyai danau yakni danau Tempe dengan luas 13 hektar lebih, di danau ini ada beberapa keluarga nelayan yang tinggal diperkampungan dengan rumah-rumah yang terbuat dari kayu dan bambu (rumah Terapung). Masyarakat yang mendiami daerah ini adalah mayoritas orang / suku Bugis.
Kabupaten Bulukumba
Kabupaten Bulukumba dengan ibukota Bulukumba berada dibagian selatan kota Makassar sekitar 150 km, daerah ini adalah pusat pembuatan perahu layar PHINISI, diujung kaki pulau Sulawesi inilah terletak pusat pembuatan perahu layar dikampung Tana Beru, daerah ini juga terkenal dengan pantai pasir putih di Tanjung Bira, di Tanjung Bira sudah ada beberapa hotel bagi para wisatawan. Daerah KAJANG adalah salah satu daerah di kabupaten ini yang masyarakatnya masih mengikuti budaya leluhur mereka dimana daerah mereka terpisah dengan wilayah masyarakat lainnya.
Kabupaten Kepulauan Selayar
Kabupaten ini adalah kabupaten kepulauan yang terpisah dengan pulau Sulawesi dengan ibukotanya Benteng Selayar, untuk mencapai pulau selayar ada dua akses yakni dengan melalui pelabuhan Bira dikabupaten Bulukumba naik kapal Fery dengan jarak termpuh 2,5 jam menyeberang ke pelabuhan Pamatata kabupaten Selayar, dan naik pesawat dari Makassar ke Aroepala Airport Selayar dengan waktu hanya 45 menit.
Potensi wisata yang dimiliki daerah ini adalah salah satunya wisata bawah lautnya atau ATOL yang luas dengan keragaman biota lautnya.
Kota Makassar
Kota Makassar adalah merupakan kota utama di Sulawesi Selatan yang memiliki daya tarik tersendiri selain keberadaan BENTENG FORT ROTTERDAM yang merupakan Land Mark kota ini karena Benteng Rotterdam adalah satu-satunya benteng di Indonesia yang luasnya 2,8 ha dan terpelihara dengan baik sampai saat ini diseluruh penjuru Indonesia. Selain itu daya tarik yang lain adalah keberadaan beberapa pulau di sekitar makassar yang dikenal dengan nama SPERMONDE.
Sabtu, 16 April 2011
INTRODUCING TANA TORAJA

INTRODUCING TANA TORAJA
Tana Toraja is located 320 km north of Makassar, capital of South Sulawesi Province. It can be reached by road, taking 8 – 9 hours drive from Makassar.
Unquestionably that Tana Toraja is one of the most beautiful regions of Indonesia. Tana Toraja is a mountainous area. The Regency’s lowest elevation 300 m above-sea-level is in the Lebannu river valley and the highest elevation is the mountain of Telando-Lando (2.884 m) in the district of Rinding Allo. Rantepao and Makale are situated 775 m above sea level. The total area of Tana Toraja is 3.630,12 km2. There are about 450.000 inhabitans of kabupaten (regency) Tana Toraja, also known as “Torajaland” Large numbers of Torajan people have also emigrated in search of work outside the area. In spite of the splendid landscapes and the rice-field studded mountains, the region is actually land poor.
Most of Torajan people are Christians – 87 percent of the population as Christians (77 percent are Protestants & 10 percent are Catholic), about 10 percent as Moslem. People in remote areas still tend to follow the traditional religion (now called Aluk To Dolo, or “Ways of the ancestors”)
HISTORY
Origin and Name
According to the Anthropologists the Torajan people in South Sulawesi, the Dayaks in Kalimantan (Borneo), and the Bataks in Sumatera as Proto-Malays. Many similarities among these three ethnic groups and the Dongson culture led them to conclude that they originated from Dongson, Annam or Indo China.
Beginning in 3000 B.C. migrants moved into the peninsulas and islands of South-East Asia perhaps motivated by pressure from newly arisan state in China. Some of these people passed into Indonesia, either via the Malay peninsula or through the Philipines and thus into eastern Indonesia. This group travelled in sailing boats and migrated in series of movement. They brought with them New Stone and Iron Age culture and also the Austronesian Language.
Anthropologists classified these migatory people into two groups : The earlier groups are called PROTO-MALAYS (3000.B.C) and those who came later called DEUTRO-MALAYS (1500.B.C).
Torajan People is the oldest ethnich group among four ecthnic group in South Sulawesi (Buginese, Makassarese,Torajanese and Mandarese).
According to Torajan mythology, the ancestors came via sailing vessels from the south along the Sa’dan River and settled in the ENREKANG area which it was formerly the part of Toraja land. They also belive that the ancestors called “TOMANURUNG” which means the people descending from heaven.
In former times (before 17 th century) TANA TORAJA was called TONDOK LEPONGAN BULAN TANA MATARIK ALLO which means “a country of one form of administration, religion, and culture as round as the sun and the moon.” It is belived that the name of TANA TORAJA came from Bugis word, TANA means Country, TO means People and RAJA or RIAJA means on the high land, thus TANA TORAJA means a country located on the high land. This name was given by the Buginese people who accupied the coastal regions.
RITUAL CEREMONIES
Traditional ceremonies are the realization of their attitude under the Torajanese belief.
Traditional ceremonies are divided into two kinds :
a. Rambu Tuka Ceremony a kind of happy ceremony.
b. Rambu Solo Ceremony a kind of ceremony concerning with the death and the burial of the dead people (funeral ceremony).
These two kinds of ceremonies must be done in different time and place as well. The first (a) is starting in the morning and is on the east (following sunrising) or in fron of the house – north. While the second (b) is on the west of the house and begins the ritual ceremony when the sun turn to the west.
Death in Toraja culture is seen as a part of their life.
When somebody dies in Toraja the dead person is colled “TOMASAKI ULUNNA” literally means the one who gets headache,
Since the deceased is initially as “sick” he/she laid in the southern room of their house where other relatives sleep, and they embalming the deceased by using natural material (now injected with formalin). There the dead person is laid in a normal sleeping person with his/her head to the west. During this period (months or years) the dead person is treated like a living person, gets three time meals a day which are placed beside him/her. In the evening the members of the family or relatives may sleep in the same room as the dead. In the mean time , the family members and relatives saving money and collect rice for preparation for the upcoming death ritual. The ritual will be scheduled such that relatives who work and live outside of Toraja will be able to attend the funeral ceremony.
The “sickperson” officially becomes tomate,”truly dead” when the death ritual starts.
The death ritual last for severaldays and it may last for seven days for the wealthy family and many buffalos and pigs are slaughtered (buffalo is a holy animal for Torajan people) and they belive that buffalo as a transportation to PUYA (heaven).
Nowdays most of the Torajan people have converted to Christianity but they still practicing ritual ceremonies particularly Funeral Ceremony because by having funeral is to build close relationship among the people (reunion of the family) and also symbol of prestige.
Minggu, 20 Maret 2011
SULAWESI

Sulawesi island contain a great variety of Exotic people, landscape and natural wonder.
If you are thinking about taking a TRIP to TANA TORAJA for visiting and experience Sulawesi with its culture and landscape as well, just dial my mobile phone +62 856 856 099 993 or +62 813 427 01013. or by email : mur_salim@yahoo.co.id or mursalimdj@gmail.com
I am always available to design the trips for you according to your age, capability, point of interest and any trips that meet your ideas and requirement.
I AM FLEXIBLE ON YOUR OWN CHOICE.

Are you looking for a professional Tour Guide in Sulawesi ? just dial my mbl phn +62 856 856 099 993 or +62 813 4270 1013 or by email : mur_salim@yahoo.co.id. // mursalimdj@gmail.com. I am a freelance tour guide and I have been guiding for more than 15 years. I WILL ALWAYS DO MY BEST TO SERVE YOU !!!

